Kambing makan Sapi

Sabtu, 10 Nopember 2007 | Oleh ilyaZ |

Gema gelombang cinta memang telah lewat, tetapi menyisakan sebuah cerita menarik. Ini kisah nyata tentang sebuah keluarga yang kebetulan memiliki tanaman gelombang cinta yang pada saat itu memang lagi nge”tren”.

Pada suatu saat ada yang menawar tanaman tersebut seharga 18jt. Sang anak, yang merupakan pemilik tanaman tersebut, sedang pergi keluar kota dan berpesan pada orang tuanya agar jangan melepas tanaman itu jika harga belum mencapai 20jt. Akan tetapi si ibu memaksa agar tanaman itu dijual karena harganya sudah cukup mengiurkan. Alhasil terdapat perdebatan sengit antara ayah dan ibu, perihal harga untuk sebuah tanaman itu, si ayah mengingatkan ibu tentang pesan sang anak.

Sedangkan si ibu berpendapat, dengan harga 18jt dapat dibelikan sepasang sapi dan di pelihara, toh selisih harganya juga tidak begitu besar, dan lagipula sapi itu juga akan berkembang biak. Tetapi sang ayah tetap mengikuti pesan anaknya.

Kemudian si ayah berfikir tanaman itu kurang mendapat sinar, dan ditaruhlah tanaman tersebut di samping rumah. Ibu tetap mengomel pada ayah agar diterima saja penawaran sebesar 18jt tersebut, tetapi tetap tidak dihiraukan oleh si ayah. Ketika sang ayah hendak mengambil tanaman itu dari samping rumah, eh dia melihat seekor kambing milik tetangga yang sedang enak-enaknya memakan tanaman tersebut, kemudian hilanglah akal sehat sang ayah karena marah. Diambilnya sebuah golok dan disembelihlah kambing tersebut sambil ngomel-ngomel.

Tetangga si pemilik kambing merasa tidak terima atas perbuatan si ayah, kemudian dia meminta pertanggung jawaban atas perbuatan sang ayah tersebut. Sambil mengacungkan goloknya sang ayah berkata “Ayo kalau berani kesini ambil kambingmu, yang sudah makan dua sapi”. Yah, apa mau dikata, si tetangga kehilangan seekor kambingnya, dan keluarga tersebut melewatkan kesempatan mendapatkan uang 18jt.

Kambing yang sudah makan dua ekor sapi..??

Kata kunci:

Subscribe via email

« Need 4 Speed ProStreet     Angin-anginan »

  1. 4 Respon pada : “Kambing makan Sapi”

  2. Oleh xeozus pada tanggal Nov 10, 2007 | Balas

    why to blame the fault to the others..?

  3. Oleh ilyaZ pada tanggal Nov 11, 2007 | Balas

    @Xeozus,

    Jadi, menurut anda masalahnya adalah menyalahkan orang lain? Hmm… Kalo itu masalahnya ya saya g tau kenapa, kan ini cerita tentang orang lain, bukan pengalaman pribadi. Kalo saya ya udah tak lepas,18jt lumayan.

  4. Oleh handaru pada tanggal Nov 12, 2007 | Balas

    Coba kalau 18 juta itu dibelikan krupuk blék, pasti kambing itu telah makan satu gudang besar krupuk. Inilah kekuatan asumsi. Asumsi bahwa bunga itu seharga 18 juta jadi setara dengan asumsi 2 ekor sapi atau segudang krupuk blék atau bahkan aspal sekian tong. Pada hakekat yang lebih mendalam kita bisa temui bahwa yang sebenarnya milik kita adalah segala yang kita gunakan di jalannnya. Selebihnya adalah kesia-sian belaka.

  5. Oleh ilyaZ pada tanggal Nov 12, 2007 | Balas

    @Handaru,

    Dalam..Jadi orang jangan serakah, kalo memang gak dapat berarti belum rezekinya.

Kirim komentar anda..