Baju si Amat

Senin, 8 Oktober 2007 | Oleh ilyaZ |

Suatu hari Amat jalan-jalan ke sebuah pertokoan, sekedar melepas jenuh dirumah. Suatu saat pandangan Amat tertuju ke sebuah baju yang dipajang di dalam toko tersebut, dan si Amat merasa sangat tertarik dengan baju itu. Entah bagaimana caranya Amat ingin mendapatkan baju tersebut. Setelah itu si Amat berusaha mengumpulkan uang jajan selama beberapa minggu, dan setelah terkumpul dengan hati berbunga-bunga Amat pergi ke toko tersebut dan berniat hendak membelinya. Sesampainya di toko tersebut pupus lah harapannya karena baju yang dia idam-idamkan tidak ada di tempat semula, dengan hati gundah dia mencari-cari siapa tahu masih ada di tempat lain. Akhirnya dengan perjuangan yang tak kenal lelah dia mendapatkan baju yang diinginkannya itu. Sesampainya dirumah Amat mencoba lagi bajunya di depan cermin, sambil tersenyum dia berkata dalam hati, “duh keren nya bajuku ini..!!”. Malam harinya dia tidak bisa tidur karena sedang dihinggapi perasaan yang sangat senang sambil berfikir kapan saat yang tepat untuk memakai baju itu.
Ketika tiba saat yang ditunggu-tunggu, saat libur sekolah dan ada acara liburan bersama keluarga, dia bangun pagi-pagi sekali, lalu mandi dan kemudian dia pakai baju baru tersebut. Amat dengan bangganya jalan ke arah ruang tengah dimana keluarganya yang memang belum siap sedang berkumpul, Amat memang terlalu bersemangat. Sesampainya di ruangan tersebut sang Ibu berkata, “Mat, baju apa tuh?gak cocok sama kamu, tambah jelek kamu pakai baju itu mat..ganti baju yang lain ah,yang bagus kan banyak”.
Disini sebenarnya bukan dari sisi baju baru nya si Amat, dan juga bukan masalah ibunya yang tidak senang dengan baju amat. Tetapi bayangkan jika anda di posisi si amat, apa yang akan anda lakukan? Sebenarnya motivasi apa yang dimiliki si Amat dengan baju barunya? Apakah dia menggunakan baju itu agar dapat membuat orang lain senang, ataukah hanya untuk menyenangkan dirinya seorang?

Kata kunci: ,

Subscribe via email

« CPanel 11     Fantastico De Luxe »

Kirim komentar anda..