Paket Apache,PHP,dan MySQL
Rabu, 13 Pebruari 2008 | Oleh ilyaZ |
and The World Outside
Rabu, 13 Pebruari 2008 | Oleh ilyaZ |
Minggu, 10 Pebruari 2008 | Oleh ilyaZ |
Jum`at, 8 Pebruari 2008 | Oleh ilyaZ |
LightOS berubah nama menjadi LitOS dan logo juga berubah.
Kamis, 17 Januari 2008 | Oleh ilyaZ |
Kamis, 17 Januari 2008 | Oleh ilyaZ |
Sementara pekerjaan coding sudah mencapai titik jenuh, terpaksa cari kesibukan lain, yaitu membuat logo untuk lightOS, akhirnya dengan bantuan seseorang jadilah sebuah logo, walau cuma iseng.

Tetapi sebenarnya saya masih kurang puas dengan logo ini, banyak yang kurang, apalagi menerangkan maksud dan arti dari logo. Tetapi karena penasaran hasilnya ya saya lakukan saja pemakaian logo tersebut. Tujuan saya adalah menggunakan logo diatas sebagai tampilan awal ketika booting cd installer, yaitu di isolinux-nya. Untuk proses pengeditan gambar saya menggunakan gimp sebagai editor (maklum free). Pertama logo tersebut kita ubah ke dalam format warnanya menjadi 16 (max), terserah mau berapa yang penting maksimal 16, saya sendiri menggunakan 15. Lalu langkah kedua saya mengubah format gambar dari gif (karena awalnya saya simpan sebagai gif) menjadi pnm atau ppm dengan perintah :
giftopnm lightOS.gif > lightOS.pnm
Untuk keterangan saja bahwa pnm atau ppm adalah format standar gambar yang dapat dimasukan kedalam kernel ketika kiya compile kernel, sedangkan isolinux formatnya diubah menjadi .lss (menurut saya ini skrip biasa yang hanya mengubah warna). Sedangkan perintah untuk melakukannya adalah :
ppmtolss16 < lightOS.pnm > spash.lss
Entah mengapa format pnm yang saya gunakan tetap bisa diubah formatnya menggunakan ppmtolss16 . Splash.lss adalah file yang lazim digunakan sebagai file splash yang akan dimunculkan gambarnya pada awal proses booting, tetapi tidak dengan otomatis, kita harus menambahkan baris berisi letak file <splash.lss> di dalam message text awal (atau terserah anda taruh dimana). Karena saya lupa belum saya capture maka belum bisa saya tampilkan hasil akhirnya.
Sedangkan hasil ketika diubah warnanya menjadi indexing 15 colour adalah :

Ini adalah hasil daripada indexing 16, format saya ubah ke jpg karena pnm tidak dapat dibuka di halaman blog ini. Sekian hasil dari iseng saya.
nb :
Kata kunci: editing, isolinux, light, Linux, logo, skrip, splash
Senin, 14 Januari 2008 | Oleh ilyaZ |
Senin, 14 Januari 2008 | Oleh ilyaZ |
Minggu, 16 Desember 2007 | Oleh ilyaZ |
Kata kunci: Hobi, sepak bola
Sabtu, 15 Desember 2007 | Oleh ilyaZ |
Hari ini persiapan berangkat ke tanah kelahiran (Malang), ya semua pekerjaan terpaksa dibawa ke Malang deh, walau nggak tau sempat atau tidak nanti di Malang nguprek-nguprek (hehe). Bagaimanapun tetap saya bawa semua data dan file hanya untuk persiapan. Setelah semua sudah dipersiapkan dan hendak dicopy ke hardisk external 40 Gb (apple iPod) eh dia nolak. “Disk destination is full, insert a new disk to continue”. Weleh, padahal cuma ngopy file data 4 Gb dan free nya 23 Gb.
Wah, jadi ingat sama kata-katanya si Xeo, bahwa kalauFAT32 nggak bisa buat ngopy file lebih dari 2 Gb, padahal yang saya heran di iPod tersebut terdapat beberapa buah file iso DVD yang besarnya masing-masing 4 Gb. Ya sudahlah, karena sudah mepet pikiran sudah ruwet akhirnya saya split disk dengan menggunakan salah satu software split yang free (gsplit). Karena sanggup menyeplit dalam file yang besar-besar (lebih dari 4 Gb), dan ada self unsplitnya, lumayan nggak perlu install di mana-mana.
Sabtu, 15 Desember 2007 | Oleh ilyaZ |
Sebagaimana yang kita tahu, bahwa ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan untuk mempartisi linux, ada fdisk, cfdisk dan ada juga sfdisk. Setelah mendapat info dari Xeo, tentang penggunaan fdisk, mulai saya coba-coba membuat skrip installer dengan menggunakan fdisk sebagai sarana untuk membuat partisi.
Misal kita disini hendak membuat partisi hardisk /dev/hda menjadi 3, partisi pertama untuk swap sebesar 1 Gb, kemudian partisi kedua linux sebesar 100 Mb, dan sisanya untuk linux juga. Partisi kedua dibuat bootable (untuk booting). Ingat, satuan untuk fdisk adalah Cylinder, dimana 1 Cylinder = 516096 bytes , sehingga untuk mendapat nilai cylinder adalah nilai yang kita inginkan (dalam bytes) / 516096. Misal 100Mb=100.000.000 bytes / 516096 = 194 cylinder. Pada dasarnya 100Mb bukan berarti 100.000.000 karena 1kb adalah 1024 bytes. Ok lah, kurang lebihnya dapat dihitung sendiri. Sekarang kita masuk kepada caranya menggunakan fdisk.
/sbin/fdisk /dev/hda << EOF n p 1 1 2075 n p 2 2275 n p 3 t 1 82 t 2 83 t 3 83 a 2 w EOF
dimana n adalah new, p adalah primary, kemudian isian berikutnya adalah start cylinder (default 1/awal sisa cylinder) lalu baris berikutnya adalah end cylinder pada partisian yang kita buat. Demikian seterusnya sampai penggunaan t untuk type partisi 1 untuk partisi pertama, 82/83 menunjukan swap/linux. Bootable bisa dibuat dengan a kemudian diikuti nomer partisi yang mau dibuat bootable.
Jika sudah ada partisi dan terpakai yang ada kita tidak bisa membuat partisi yang baru, caranya kita hapus dulu dengan menambahkan d diikuti nomor partisi. contoh :
/sbin/fdisk /dev/hda << EOF d 1 d 2 d 3 d 4 ... EOF
kemudian … diisi oleh yang tadi telah ditulis diatas sampai dengan EOF.
Ya begitulah kira-kira penggunaan fdisk. cfdisk? Kurang lebih juga sama, sekarang bagaimana dengan sfdisk? Untuk membuat partisi yang sama pada /dev/hda kita dapat menggunakan sfdisk dengan cara :
/sbin/sfdisk /dev/hda << EOF ,2075,S ,2275,L,* ,,L EOF
Maksud penggunaan S,L disini adalah tipe partisi, S untuk swap dan L untuk linux, kemudian * disini menunjukan partisi yang bootable. Angka tetap menunjukan cylinder.
Ya, dengan ringkasnya sfdisk mampu menyelesaikan semua perintah yang panjang di fdisk, dan juga tidak perlu menghapus partisi sebelumya karena sudah langsung terhapus dengan sendirinya (hati-hati menggunakan sfdisk).