Seni Dalam Beriklan

Senin, 19 Nopember 2007 | Oleh ilyaZ |

Iklan adalah media/sarana yang paling baik untuk memperkenalkan sesuatu baik produk ataupun jasa. Pada saat ini, iklan menjadi hal yang paling populer dalam pengembanga bisnis. Untuk itu kita harus memahami dan mengerti bagaimana metode beriklan agar mengena pada sasaran.

Sasaran ketika beriklan tentunya ingin agar pemirsa iklan tertarik untuk menggunakan produk/jasa yang diiklankan tersebut. Hal yang paling penting adalah bagaimana agar pemirsa dapat ‘ingat’ ketika dia melihat sebuah iklan. Perlu adanya penanaman terhadap pemirsa sehingga dia dapat terus menerus ingat terhadap iklan tersebut. Ada semacam brand atau trademark dalam beriklan yaitu ciri khusus pada iklan tersebut sehingga dalam beriklan berikutnya ciri khusus tersebut tidak berubah. Pada akhirnya akan membekas pada ingatan para pemirsa terhadap iklan.

Untuk memenuhi tujuan bahwa iklan harus membekas pada para pemirsanya maka iklan tersebut harus dapat membuat si pemirsa berpikir lebih tentang maksud daripada iklan, sehingga pemirsa akan lebih terkesan dan lebih membekas pada ingatannya. sekarang bagaimana caranya agar para pemirsa dapat berfikir tentang maksud dan arti daripada iklan? dalam hal ini ada beberapa metode andalan yang dapat digunakan yaitu dengan “Jingle” atau dengan cara tidak menggunakan iklan layer pertama. Iklan layer pertama adalah iklan yang menampakkan produk sebagaimana adanya. Usahakan untuk membuat pemirsa berfikir lebih, dan berkesa dengan tidak menampilkan produknya, contohnya iklan rokok, yang di Indonesia memang dilarang untuk memperlihatkan produknya, menyebabkan pembuat iklan membuat gambaran lain dalam pengiklanan, dan akhirnya justru terkesan lebih membekas pada pemirsanya. Ada yang mengusung tema kebersamaan, keberanian, persahabatan dan lain-lain.

Iklan dengan layer pertama ini memang menjadi andalan bagi produsen yang sangat bangga dengan produknya sehingga ingin agar para pemirsanya tahu akan bentuk dan kualitas produknya. Trade mark iklan yang mungkin masih membekas pada ingatan kita adalah jika ada iklan yang hanya menggambarkan ‘cowboy’ dan kuda-kudanya kita pasti langsung teringat terhadap sebuah produk rokok yang cukup terkenal.

Kata kunci:

Subscribe via email

« Kuis SMS = judi?     Mengapa Linux? »

Kirim komentar anda..