Membangun Sebuah Distro

Sabtu, 24 Nopember 2007 | Oleh ilyaZ |

Distro dalam linux memang sangat berpengaruh dan berperan besar dalam pengenalan Linux itu sendiri. Seperti yang sudah pernah saya jelaskan tentang distro bahwa sebenarnya distro bukan merupakan linux itu sendiri. Distro adalah sebuah sistem operasi (OS) lengkap (termasuk kernel) beserta dengan pemaketannya.

Linux dikembangkan secara terbuka dan dimotori oleh Linus Torvalds. Karena bersifat perbuka (open source) maka banyak pihak yang ikut berkecimpung untuk membantu mengembangkannya. Pengembangan Linux itu sendiri difokuskan pada kernel (inti dari linux) yang berisi driver dimana merupakan interface yang menghubungkan antara hardware komputer dan user (walaupun masih membutuhkan interface tambahan yaitu shell).

Sedangkan pengembangan yang lainnya dilakukan oleh masyarakat luas. Awalnya terdapat sebuah komunitas yang bergerak dalam bidang free software, namanya adalah GNU (GNU`s Not Unix). Karena melihat kernel linux maka akhirnya GNU ikut dalam pengoperasian linux dan dinamakan GNU/Linux. Penyebutan linux itu sendiri adalah untuk kernelnya saja, sedangkan secara keseluruhan beserta aplikasi-aplikasi pendukungnya (OS lengkap) adalah GNU/Linux. Inilah penyebutan yang benar karena merupakan gabungan antara kernel linux dan aplikasi-aplkasi serta library (pusataka) yang terkait sehingga menjadi satu kesatuan.

Mengapa ada distro linux? Distro dibuat dengan tujuan mempermudah user/pengguna untuk mengoperasikan dan menjalankan linux. Pada dasarnya untuk membuat sebuah OS linux yang lengkap tidak perlu membuat sistem pemaketan dan instalasi yang cukup rapi, akan tetapi cukup dengan kernel, aplikasi dan pustaka-pustaka yang dibutuhkan sudah cukup! Tetapi ini agak susah buat orang yang awam, untuk itulah dibangun sebuah distro.

(Bersambung…)

Subscribe via email

« Mengapa Slackware?     Linux adalah kebebasan.. »

Kirim komentar anda..