Sfdisk
Sabtu, 15 Desember 2007 | Oleh ilyaZ |
Sebagaimana yang kita tahu, bahwa ada banyak pilihan yang dapat kita gunakan untuk mempartisi linux, ada fdisk, cfdisk dan ada juga sfdisk. Setelah mendapat info dari Xeo, tentang penggunaan fdisk, mulai saya coba-coba membuat skrip installer dengan menggunakan fdisk sebagai sarana untuk membuat partisi.
Misal kita disini hendak membuat partisi hardisk /dev/hda menjadi 3, partisi pertama untuk swap sebesar 1 Gb, kemudian partisi kedua linux sebesar 100 Mb, dan sisanya untuk linux juga. Partisi kedua dibuat bootable (untuk booting). Ingat, satuan untuk fdisk adalah Cylinder, dimana 1 Cylinder = 516096 bytes , sehingga untuk mendapat nilai cylinder adalah nilai yang kita inginkan (dalam bytes) / 516096. Misal 100Mb=100.000.000 bytes / 516096 = 194 cylinder. Pada dasarnya 100Mb bukan berarti 100.000.000 karena 1kb adalah 1024 bytes. Ok lah, kurang lebihnya dapat dihitung sendiri. Sekarang kita masuk kepada caranya menggunakan fdisk.
/sbin/fdisk /dev/hda << EOF n p 1 1 2075 n p 2 2275 n p 3 t 1 82 t 2 83 t 3 83 a 2 w EOF
dimana n adalah new, p adalah primary, kemudian isian berikutnya adalah start cylinder (default 1/awal sisa cylinder) lalu baris berikutnya adalah end cylinder pada partisian yang kita buat. Demikian seterusnya sampai penggunaan t untuk type partisi 1 untuk partisi pertama, 82/83 menunjukan swap/linux. Bootable bisa dibuat dengan a kemudian diikuti nomer partisi yang mau dibuat bootable.
Jika sudah ada partisi dan terpakai yang ada kita tidak bisa membuat partisi yang baru, caranya kita hapus dulu dengan menambahkan d diikuti nomor partisi. contoh :
/sbin/fdisk /dev/hda << EOF d 1 d 2 d 3 d 4 ... EOF
kemudian … diisi oleh yang tadi telah ditulis diatas sampai dengan EOF.
Ya begitulah kira-kira penggunaan fdisk. cfdisk? Kurang lebih juga sama, sekarang bagaimana dengan sfdisk? Untuk membuat partisi yang sama pada /dev/hda kita dapat menggunakan sfdisk dengan cara :
/sbin/sfdisk /dev/hda << EOF ,2075,S ,2275,L,* ,,L EOF
Maksud penggunaan S,L disini adalah tipe partisi, S untuk swap dan L untuk linux, kemudian * disini menunjukan partisi yang bootable. Angka tetap menunjukan cylinder.
Ya, dengan ringkasnya sfdisk mampu menyelesaikan semua perintah yang panjang di fdisk, dan juga tidak perlu menghapus partisi sebelumya karena sudah langsung terhapus dengan sendirinya (hati-hati menggunakan sfdisk).
Subscribe via email
Permalink


Satu Respon pada : “Sfdisk”
Oleh xeozus pada tanggal Dec 16, 2007 | Balas
Great..!, ternyata ada solusi yang lebih simple.